Posts

Showing posts from March, 2020

Beam

"Buah buah apa yang jatuh tak jatuh jauh jauh, semangka?" Hening. "Hahaha gak lucu ya?" ucap lelaki bermata sipit itu menanggapi keheningan leluconnya sendiri. "Iya deh, maap." lanjutnya kemudian disambut cekikikan teman sepermainannya. "Garing lo, Puy!" tukas temannya yang tak paham akan lelucon yang diungkapkannya. "Online dong?" ia masih berusaha. "Itu daring!" timpal temannya yang lain. "Kencan?" "Itu dating!" timpal teman lainnya yang mulai kesal. "Emang lagi kencan ama siapa sih, Puy?" goda temannya kemudian, kembali mengheningkan susasana sejenak. "Yok, ceban pertama!" -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tentang #somethingaboutyou #somethingaboutyou adalah sebuah tantangan yang hadir di media sosial twitter di tengah pandemi corona yang sedang melanda dunia. D...

Aru

Aku melihatnya samar seorang pria berkacamata mengenakan kemeja batik berwarna biru dengan motif mega mendung Aku melihatnya samar ia berlari seperti dikejar oleh teman sepermainannya Aku melihatnya samar tapi sepertinya aku memang kenal kemeja itu, wajah itu bagian dari masa lalu bagaimana kabarmu? -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Tentang #somethingaboutyou #somethingaboutyou adalah sebuah tantangan yang hadir di media sosial twitter di tengah pandemi corona yang sedang melanda dunia. Dahsyatnya wabah ini sampai dinyatakan sebagai KLB atau Kejadian Luar Biasa karena berpengaruh pada aspek kehidupan sosial sampai ekonomi masyarakat global. Di Indonesia, wabah ini membuat orang-orang diharuskan bekerja dari rumah (work from home), kuliah jarak jauh, dihapuskannya ujian nasional dan lain sebagainya. #somethingaboutyou merupakan salah satu cara mengisi waktu ...

Yugi

" No offense , tapi gue gak butuh lo." Begitu kalimat terakhirnya sebelum ia melenggang dari hadapanku menuju pintu. Aku terdiam, bukan meratapi seberapa jahat perkataannya, hanya memaklumi perlakuannya yang memang seperti itu adanya. Bukan suatu hal yang mengherankan jika ia begitu. Justru aku akan lebih heran jika ia tidak begitu. Ia berbeda, tak seperti kebanyakan orang pada umumnya. "Besok gue ke pameran gundam. Ikut gak?" tolehnya padaku sebelum ia keluar pintu. "Gak deh, gak ngerti gue." jawabku menolak ajakannya. Ia tak berkata apa-apa lagi; hanya pergi menghilang dari hadapanku. Sikapnya yang dingin itu lah yang menjadikannya berbeda dengan orang lain. Kalau kau tak mengenalnya, kau akan tersinggung karena kalimat-kalimat tajamnya. Tapi, bisa jadi kau orang beruntung yang gak pernah ngerasain gimana ketusnya dia. "Lo inget gak majalah yang gue kasih kemarin?" tiba-tiba ia muncul lagi dari balik pintu. "Inget. K...

Yukina

"Oon banget, sih!" sorak seorang gadis pada gadis lain di hadapannya. Mereka terlihat sepantaran dan sepertinya sudah berteman sejak lama. Tapi kebencian yang dilontarkannya saat itu sepertinya mulai menggoyahkan pertemanan itu. Gadis bengis itu pergi meninggalkan gadis yang telah dioloknya. Tersisa ia menahan tangis yang memuncak di bola matanya. "Sepertinya aku telah salah mengenalmu..." begitu pikir sang gadis yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Satu per satu tetes air mata mulai membahasi pipinya; membuatnya berkali-kali harus mengangkat kacamatanya untuk menyeka air mata itu. apa yang tidak aku ketahui dari apa yang dia maksud? apakah aku bertindak salah padanya? kenapa dia bisa sebenci itu dan berkata kasar padaku? begitu resah hatinya menghujam dirinya sendiri dengan rentetan pertanyaan. Namun demikian, sekeras apapun ia mencoba, tak ia temukan juga jawabannya. "Apakah gue telah melakukan kesalahan, atau...?" perlahan pikirannya ...

Deddy

"Ayo, Ded, sedikit lagi kelar! Demi Sushi AEON 30 box!" Laki-laki itu menyemangati dirinya sendiri. Ya... mau bagaimana, kalau bukan dia, siapa lagi? Itulah bentuk 'mencintai diri sendiri' versinya. Saat bosan, ia akan berhenti sejenak; memandang handphone -nya, melihat dunia sekitar, menanyakan kabar teman sejawat, atau sekedar makan lalu menghisap batang-batang rokok miliknya. Saat hilang arah, ia akan membuka buku catatannya; membuat list panjang mengenai hal-hal yang akan ia capai di masa depan. Apakah bekerja, atau melanjutkan kuliah? Itu sudah jadi bagian perencanaannya yang matang. "Rencanakan saja dulu, realisasinya lihat nanti!" begitu motto hidupnya. Saat sedang sedih, ia akan membuka diary -nya; menulis panjang kesedihan yang tengah dialaminya... atau sekedar membuat puisi singkat dan mem- posting -nya di media sosial. Begitulah dia. Kalau sedang senang, hmm... jangan tanya! Kelakuannya bisa jadi konyol dan gak masuk akal...

Windy

"Sochu, main yuk!" ajak seorang gadis bersemangat pada kucing kesayangannya. Kucing itu bertubuh gempal. Bulunya putih lebat dan memiliki wajah yang tak ramah. Meski demikian gadis itu tetap menyayanginya. Nama kucing itu Sochu. Sudah lebih dari tiga tahun Sochu menemani gadis itu. Meski demikian, Sochu bukanlah satu-satunya teman. Gadis yang pandai bergaul ini memiliki banyak sekali teman. Tak hanya teman sekedar kenal, tapi lebih dari itu. Teman-teman yang sangat peduli padanya, dan akan selalu siap sedia saat sang gadis kenapa-napa. "Gak ada capeknya ya kamu, Sochu!" seru sang gadis pada si kucing yang kini asik bermain dengan gumpalan kertas buatan majikannya. Kucing itu seperti sang gadis, tak pernah lelah melakukan hal disenanginya. Pasti selalu semangat! Semua tak akan ia lewatkan kalau rasa penasarannya belum terpenuhi. "Ayo, Win! Windy pasti bisa!" begitu seru hatinya saat ia berusaha menggapai apa yang diinginkannya. Itul...