Yugi
"No offense, tapi gue gak butuh lo."
Begitu kalimat terakhirnya sebelum ia melenggang dari hadapanku menuju pintu. Aku terdiam, bukan meratapi seberapa jahat perkataannya, hanya memaklumi perlakuannya yang memang seperti itu adanya. Bukan suatu hal yang mengherankan jika ia begitu. Justru aku akan lebih heran jika ia tidak begitu. Ia berbeda, tak seperti kebanyakan orang pada umumnya.
"Besok gue ke pameran gundam. Ikut gak?" tolehnya padaku sebelum ia keluar pintu.
"Gak deh, gak ngerti gue." jawabku menolak ajakannya.
Ia tak berkata apa-apa lagi; hanya pergi menghilang dari hadapanku.
Sikapnya yang dingin itu lah yang menjadikannya berbeda dengan orang lain. Kalau kau tak mengenalnya, kau akan tersinggung karena kalimat-kalimat tajamnya. Tapi, bisa jadi kau orang beruntung yang gak pernah ngerasain gimana ketusnya dia.
"Lo inget gak majalah yang gue kasih kemarin?" tiba-tiba ia muncul lagi dari balik pintu.
"Inget. Kenapa?"
"Gue makin yakin gue bad blood sama lu."
"Oke, Gi. Love you too." aku pun kembali menenggelamkan diri dalam kesibukan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tentang #somethingaboutyou
#somethingaboutyou adalah sebuah tantangan yang hadir di media sosial twitter di tengah pandemi corona yang sedang melanda dunia. Dahsyatnya wabah ini sampai dinyatakan sebagai KLB atau Kejadian Luar Biasa karena berpengaruh pada aspek kehidupan sosial sampai ekonomi masyarakat global. Di Indonesia, wabah ini membuat orang-orang diharuskan bekerja dari rumah (work from home), kuliah jarak jauh, dihapuskannya ujian nasional dan lain sebagainya.
#somethingaboutyou merupakan salah satu cara mengisi waktu di tengah kejenuhan karena adanya pembatasan gerak secara fisik di ruang publik. #somethingaboutyou yang gue lakukan gue mulai dengan tweet "drop an emoji and I'll write something about you". Siapapun yang membalas tweet tersebut dengan emoji selanjutnya akan gue buatkan tulisan singkat tentang dirinya berdasarkan sudut pandang gue. Tentu saja dengan bumbu-bumbu fiksi untuk melatih imajinasi gue. Semua hal ini sangat subjektif karena hanya berdasarkan apa yang gue lihat, gue dengar, dan gue pahami selama ini tentang kalian.
Terima kasih telah membaca.
Salam hangat,
Ide Nada
Comments
Post a Comment